Sabtu, 13 November 2010

tujuan pembangunan masyarakat dalam bidang kesehatan

  •                 PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA

                     Adalah rangkaian kegiatan masyarakat yang di lakukuan berdasarkan gotong-royong.
              swadaya masyarakat dalam rangka menolong mereka sendiri untuk mengenal dan memecahkan
              masalah atau kebutuhan yang di rasakan masyarakat.
                     baik dalam bidang kesehatan maupun dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan
              agar mampu memelihara kehidupannya yang sehat dalam rangka meningkatkan mutu hidup
              dan kesejahteraan masyarakat.
                      PKMD adalah pelayanan kesehatan yang pelaksanaan nya didasarkan melalui sistem
              pelayanan puskesmas,dimana dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan kesehatan oleh
              lembaga ini di ikut sertakan anggota-anggota masyarakat di pedusunan melalui segala pengarahan.
              untuk menimbulkan kesadaran secara aktif di dalam ikut membantu memecahkan dan
                       memecahkan dan membangun usaha-usaha kesehatan didesanya(Dirjen Binkesmas Depkes
              RI,1976)






daftar pustaka :http://blogger.com/post-create.g?blogID=5560067513688093277

aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan ibu

  •                                                KESEHATAN IBU



                         
B. Kesehatan Ibu.
                                 Permasalahan utama yang saat ini masih dihadapi berkaitan dengan kesehatan ibu di    I   Indonesia adalah masih tingginya angka kematian ibu yang berhubungan dengan persalinan. Menghadapi      masalah ini maka pada bulan Mei 1988 dicanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai prioritas pada peningkatan pelayanan kesehatan wanita terutama paada masa kehamilan, persalinan dan pasca persalinan.
                           Perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketikapersalinan, disamping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Memahami perilaku perawatan kehamilan (ante natal care) adalah penting untuk mengetahui dampak kesehatan bayi dan si ibu sendiri. Pacta berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, masih banyak ibu-ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal yang biasa, alamiah dan kodrati. Mereka merasa tidak perlu memeriksakan dirinya secara rutin ke bidan ataupun dokter.
Masih banyaknya ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan
kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh mereka. Resiko ini baru diketahui pada saat persalinan yang
                          sering kali karena kasusnya sudah terlambat dapat membawa akibat fatal yaitu kematian. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi. Pada penelitian yang dilakukan yang dilakukan di RS Hasan Sadikin, Bandung, dan 132 ibu yang meninggal, 69 diantaranya tidak pernah memeriksakan kehamilannya atau baru datang pertama kali pada kehamilan 7 -9 bulan (Wibowo, 1993). Selain dari kurangnya pengetahuan akan pentingnya perawatan kehamilan, permasalahan-permasalahan pada kehamilan dan persalinan dipengaruhi juga oleh faktor nikah pada usia muda yang masih banyak dijumpai di daerah pedesaan. Disamping itu, dengan masih adanya preferensi terhadap jenis kelamin anak khususnya pada beberapa suku, yang menyebabkan istri mengalami kehamilan yang berturut-turut dalam jangka waktu yang relatif pendek, menyebabkan ibu mempunyai resiko tinggi pacta saat melahirkan.
Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi. Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan-kepercayaan dan pantangan- pantangan terhadap beberapa makanan. Sementara, kegiatan mereka sehari-hari tidak berkurang ditambah lagi dengan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan yang sebenamya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Tidak heran kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama di daerah pedesaan. Dari data SKRT 1986 terlihat bahwa prevalensi anemia pada wanita hamil di Indonesia sebesar 73,7%, dan angka menurun dengan adanya program-program perbaikan gizi menjadi 33% pada tahun 1995. Dikatakan pula bahwa penyebab utama dari tingginya angka anemia pada wanita hamil disebabkan karena kurangnya zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan darah.
Di Jawa Tengah, ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan perdarahan yang banyak. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat, ibu yang kehamilannya memasuki 8-9 bulan sengaja harus mengurangi makannya agar  bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan. Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Contoh lain di daerah Subang, ibu hamil pantang makan dengan menggunakan piring yang besar karena khawatir bayinya akan besar sehingga akan mempersulit persalinan. Dan memang, selain ibunya kurang gizi, berat badan bayi yang dilahirkan juga rendah. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi. Selain itu, larangan untuk memakan buah-buahan seperti pisang, nenas, ketimun dan lain-lain bagi wanita hamil juga masih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama masyarakat di daerah pedesaan. (Wibowo, 1993).
Memasuki masa persalinan merupakan suatu periode yang kritis bagi para ibu hamil karena segala kemungkinan dapat terjadi sebelum berakhir dengan selamat atau dengan kematian. Sejumlah faktor memandirikan peranan dalam proses ini, mulai dari ada tidaknya faktor resiko kesehatan ibu, pemilihan penolong persalinan, keterjangkauan dan ketersediaan pelayanan kesehatan, kemampuan penolong persalinan sampai sikap keluarga dalam menghadapi keadaan gawat.
Di daerah pedesaan, kebanyakan ibu hamil masih mempercayai dukun beranak untuk menolong persalinan yang biasanya dilakukan di rumah. Data Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1992 rnenunjukkan bahwa 65% persalinan ditolong oleh dukun beranak. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa masih terdapat praktek-praktek persalinan oleh dukun yang dapat membahayakan si ibu. Penelitian Iskandar dkk (1996) menunjukkan beberapa tindakan/praktek yang membawa resiko infeksi seperti "ngolesi" (membasahi vagina dengan rninyak kelapa untuk memperlancar persalinan), "kodok" (memasukkan tangan ke dalam vagina dan uterus untuk rnengeluarkan placenta) atau "nyanda" (setelah persalinan, ibu duduk dengan posisi bersandardan kaki diluruskan ke depan selama berjam-jam yang dapat menyebabkan perdarahan dan pembengkakan).
Pemilihan dukun beranak sebagai penolong persalinan pada dasarnya disebabkan karena beberapa alasan antara lain dikenal secara dekat, biaya murah, mengerti dan dapat membantu dalam upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran anak serta merawat ibu dan bayi sampai 40 hari. Disamping itu juga masih adanya keterbatasan jangkauan pelayanan kesehatan yang ada. Walaupun sudah banyak dukun beranak yang dilatih, namun praktek-praktek tradisional tertentu rnasih dilakukan. lnteraksi antara kondisi kesehatan ibu hamil dengan kemampuan penolong persalinan sangat menentukan hasil persalinan yaitu kematian atau bertahan hidup. Secara medis, . penyebab klasik kematian ibu akibat melahirkan adalah perdarahan, infeksi dan eklamsia (keracunan kehamilan). Kondisi-kondisi tersebut bila tidak ditangani secara tepat dan profesional dapat berakibat fatal bagi ibu dalam proses persalinan. Namun, kefatalan ini sering terjadi tidak hanya karena penanganan yang kurang baik tepat tetapi juga karena ada faktor keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga. Umumnya, terutama di daerah pedesaan, keputusan terhadap perawatan medis apa yang akan dipilih harus dengan persetujuan kerabat yang lebih tua; atau keputusan berada di tangan suami yang seringkali menjadi panik melihat keadaan krisis yang terjadi.






daftar pustaka :www.google.com
kesehatan ibu

aspek sosial budaya selama persalinan kala 1,2,3,4

  •                            PERSALINAN KALA 1,2,3,4

                            Ada suatu kepercayaan yang mengatakan minum rendaman air rumput fatimah
                   akan merangsang mulas.memang,rumput fatimah bisan membuat mulas ibu hamil,
                   tapi ada kandungannya belum di teliti secara medis.jadi,harus di konsultasikan dulu.
                   ke dokter seelum meminumnya.
                           soal rumput ini hanya boleh di minum bila pembukaan nya sudah mencapai 3-5 cm
                   letak kepala bayi sudah masuk panggul,mulut rahim sudah lembek tau tipis.
                   dan posisi ubun-ubun kecilnya normal.jika letak ari-ari nya di bawah atau bayi nya sungsang
                   tak boleh minum rumput ini sangat berbahaya.
                          sebenarnya,kelancaran persalinan sangat tergantung pada faktor mental dan fisik si ibu.
                    faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang degan besar bayi nya.
                    sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu,terutama kesiapan nya dalam
                    ,menghadapi persalinan.





     daftar pustaka :www.google.com

Aspek sosial budaya kesehatan dalam pelayanan kebudayaan

          


  •     ASPEK SOSIAL BUDAYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN ANAK

                      Apakah seorang anak menderita suatu penyakit kronis atau sekedar mengunjungi
               dokter untuk memeriksakan diri,sebaiknya anda sebagai orang tua,memastikan bahwa
                ia mengerti apa yang sedang/akan di hadapi nya.anak-anak yang paham tentang apa
               yang akan mereka hadapi di kamar periksa dokter.akan lebih mematuhi petunjuk
               medis dan menunjukan respon yang lebih baik               
  •      MENGENAL PENYAKIT CROUP PADA ANAK
                 
                      Croup di tandai oleh batuk yang keras,mirip suara menyelak,susah bernafas dan
                bunyi dengkur atau wheezing(bunyi nafas serangan asma)saat bernafas.
                pada mula nya si anak menderita infeksi saluran nafas atas,beberapa harinya timbul batuk.


                           
  •               MANFAAT TIDUR UNTUK ANAK ANDA


                                Banyak anak berusia 5-12 tahun tidur sekitar 8-10 jam pada malam hari,
                       walaupun beberapa anak mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak atau lebih sedikit.
                       tidur adalah harapan yang besar dan penting untuk di peroleh,sekali pun anak anda
                       tidak merasa lelah.
               



daftar pustaka :www.google.com
kesehatan anak
                            

Aspek sosial budaya dalam masa nifas

Aspek sosial budaya pada masyarakat di masa nifas terlebih bagi si ibu yang baru saja melalui proses kelahiran memang sangatlah penting diketahui akan dampak dari aspek-aspek tersebut, baik dampak positive maupun dampak negative yang dapat mempengaruhi proses perkembangannya, baik proses pemulihan bagi si ibu maupun proses pertumbuhan bagi si bayi.

Namun, dewasa ini aspek-aspek tersebut kurang di perhatikan oleh masyarakat umumnya padahal hal tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan terlebih dengan berkembangnya budaya-budaya asing yang masuk di bangsa ini dan kemajuan tehnologi di era globalisasi ini. Sang ibu harus selektif dalam proses pemulihan setelah kelahiran juga pada si bayi agar bias berkenbang dengan baik.





daftar pustaka: http://www.google.co.id/search?q=
aspek+sosial+budaya+pada+masa+nifas

aspek sosial budaya pada setiap trimester kehamilan

  •                                     TRIMESTER 1(MINGGU 1-12) 
                       Pada masa ini biasanya ibu hamil masih bertanya-tanya,apakah benar telah hamil ?

            tanda-tanda kehamilan awal seperti mual dan muntah karena perubahan hormon terjadi di

            trimester ini.perubahan kebiasaan seperti merokok,minum alkohol,harus dihentikan di masa ini.
            mulailah minum susu khusus ibu hamil sejak awal kehamilan.pelajari juga pantangan makanan
            dan minuman untuk ibu hamil muda.







    
  •                                    TRIMESTER 2(MINGGU 13-28)

                       Mual dan muntah menghilang.bayi berkembang pesat pada masa ini dan mulai bergerak.
                olahraga ringan,menjaga kebersihan dan diet ibu hamil di perlukan di masa ini.


  •                                     TRIMESTER 3(MINGGU 29-KELAHIRAN)

                       Tubuh ibu makin terlihat membesar.kadang ibu hamil harus berlatih menarik nafas dalam untuk
                memberikan oksigen yang cukup ke bayi.ibu hamil perlu istirahat yang cukup.
                jangan berdiri lama-lama,jangan mengangkat barang berat pada masa ini.






daftar pustaka :http://majalahkesehatan.com/tiga-trimester-kehamilan/
               


              

aspek sosial budaya yang berkaitan dengan perkawinan

  •                    ASPEK SOSIAL BUDAYA PADA SETIAP PERKAWINAN


                           berdasarkan pada aspek sosial budaya pola [penyesuaian perkwinan dilakukan secara   
               bertahap,yaitu fase :bulan madu,pengenalan kenyataan,kemudian mulai terjadi perkawinan.
               apabila pasangan sukses mengatasi problema keluarga dengan beradaptasi dan membuat aturan
              dan kesepakatan dalam rumah tangga maka fase kebahagiaan sejati akan di peroleh nya.
                           menurut aspek sosial budaya faktor pendukung keberhasilan penyesuaian perkawinan
                mayoritas subyek terletak dalam hal saling memberi dan menerima cinta,ekspresi afeksi,saling  
                menghormati dan menghargai,saling terbuka antara suami istri.hal tersebut tercermin pada
                bagaimana pasangan suami istri menjaga kualitas hubungan antar pribadi dan pola-pola perilaku
                 yang dimainkan oleh suami istri ,serta kemampuan menghadapi dan menyikapi perbedaan yang
                muncul,sehingga kebahagiaan dalam hidup berumah tangga tercapai.
                          sedangkan menurut aspek sosial budaya faktor budaya penghambat yang mempersulit
                 penyesuaian perkawinan mayoritas subyek terletak dalam hal baik suami maupun istri tidak
                 bisa menerima perubahan sifat dan kebiasaan di awal pernikahan,suami maupun istri tidak
                 beinisiatif menyelesaikan masalah.







daftar pustaka :www.google.com