Senin, 15 November 2010

hubungan aspek sosial budaya terhadap pembangunan kesehatan

  •                           KEBIDANAN DAN MASYARAKAT


                     Pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan,jiwa,dan sosial yang memungkinkan
             setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.pemeliharaan kesehatan adalah upaya
             penangulangaan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan,pengobatan,
             dan/perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
                    data terakhir menunjukan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat indonesia tidak mampu
            mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan
            ,seperti askes,taspen,dan jamsostek.golongan masyarakat yang di anggap 'teranaktirikan'dalam
            hal jamlnan kesehatan,masalah ini menjadi pelik,
                  berhubungan dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok
            manusia tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan itu sendiri.




  •    KONSEP SEHAT DAN SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT 

               konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor-faktor lain
       di luar kenyataan klinis uyang mempengaruhinya terutama faktpr sosial budaya.kedua pengertian saling
        mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat di pahami dalam konteks pengertian yang lain.
              definisi sakit : seseorang di katakan akit apabila ia menderita penyakit nenahu(kronis)
       atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas/kegiatan terganggu.
       wlaupun seseorang sakit(istilah sehari-hari)seperti masuk angin,pilrk,tetapi tidak terganggu untuk
       melaksanakan kegiatannya,maka ia dianggap tidak sakit.






 
          
  •           UPAYA PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN
             
                      Untuk mencapai sasarabn millenium development goals(MDGs) yaitu angka kematian ibu
              (AKI) SEBESAAR 102 PER 100.000 kelahiran hidup (KH) dan angka kematian bayi (AKB)
              menjadi 23 per 1.000 KH pada tahun 2015,perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja
              keras karena kondisi saat ini,AKI 307 per 100.00 KH dan AKB 34 per 1.000 KH.
                      hal ini sambutan menkes yang di bacakan sekretaris jenderal kementrian kesehatan
              dr.ratna rosita hendardji,MPH dalam kampanye program  perencanaan persalinan pencegahan
              komplikasi(P4K) dan pengunaan buku KIA,bekerja sama dengan solidaritas istri kabinet bersatu
              (SIKIB),di jakarta (3/2/2010).





dafter pustaka :www.google.com
                    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar